Dermatitis kontak iritan adalah suatu peradangan kulit non imunologik, jadi kerusakan kulit langsung tanpa di dahuli proses sensitasi. Dermatitis kontak iritan dapat di derita oleh semua orang dari berbagai golongan dan umur, ras dan jenis kelamin.
Jumlah penderita DKI di perkirakan cukup banyak, terutama yang behubungan dengan perkerjaan. Kebanyakan penderita tidak mengetahui kalau dirinya terkena DKI hal ini di karenakan banyak penderita dengan keluhan ringan tidak segera datang berobat ke dokter.
Apakah yang menjadi penyebab DKI ?
Berbicara mengenai penyebab penyakit ini banyak faktor dan bahan yang dapat menjadi penyebabnya terutama bahan yang bersifat iritan :
- Bahan pelarut
- Deterjen
- Minyak pelumas atau Oli
- Zat asam
- Alkali dan
- Serbuk kayu
Selain bahan-bahan di atas ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam menyebabkan DKI. faktor yang di sebut yaitu :
- Lamanya kontak dengan bahan-bahan iritan
- Sering nya terpapar ataupun terkena bahan iritan
- Adanya okulasi yang menyebabkan kulit menjadi lebih permeable
- Gesekan dan trauma pada kulit
- Suhu dan kelembapan lingkungan
- Ketebelan kulit
Gejala klinis
Berdasarkan penyebab dan faktor-faktor tersebut gejala klinis di klasifikasikan:
- DKI Akut
Luka bakar oleh bahan kimia juga termasuk kedalam dermatitis kontak iritan akut (DKI). Penyebab utama DKI akut adalah iritan kuat misalnya larutan asam sulfat dan asam hidroklorit atau basa kuat, misalnya natrium dan kalium hidroksida.
Biasanya reaksi terjadi begitu penderita terpapar zat-zat tersebut gejala yang di timbulkan dapat berupa kulit terasa pedih, panas, rasa terbakar, adanya ruam merah dan bengkak yang di sertai dengan adanya bula.
- DKI akut lambat
Gamabaran gejala klinisnya sama denga DKI akut, akan tetapi baru muncul 8 sampai 24 jam atau lebih setelah kontak. Bahan iritan yang dapat menyebabkan DKI akut lambat misalnya pedofilin, antralin, tretinoin, etilen, oksida, benzalkonikum klorida, asam hidrofluorat.
- DKI kumulatif atau DKI kronik
Dermatitis kontak iritan jenis ini adalah yang paling sering terjadi, atau nama lainya adalah DKI kronis. Penyebabnya adalah kontak yang berulang-ulang dengan iritan yang lemah. faktor yang menyebabknya adalah faktor fisis, misalnya gesekan, trauma mikro, kelembapan yang rendah, panas atau dingin. selain faktor tersebut ada juga bahan iritan seperti deterjen, sabun, pelarut, tanah, juga bahkan air.
Gejala klinis yang timbul dapat berupa kulit kering, ruam merah di kulit, penebalan kulit, kulit mengelupas. dan bila hal ini berlangsung lama dapat mengakibatkan kulit menjadi retak. DKI jenis ini banyak berhubungan dengan pekerjaan yang sering kontak dengan bahan-bahan iritan.
- Reaksi iritan
Reaksi iritan merupakan dermatitis iritan subklinis pada seseorang yang terpajan pekerjaan basah, misalnya penata rambut dan pekerja logam pada beberapa bulan pertama pelatihan.
- DKI traumatik
kelainan kulit berkembang lambat, setelah trauma panas atau laserasi. Penyembuhan penyakit ini termasuk lambat dan paling cepat 6 minggu. paling sering terjadi di tangan.
- DKI nonerimatosa
DKI non eritematosa merupakan subklinis dari DKI. di tandai dengan perubahan fungsi sawar lapisan kulit yang di sebut stratum korneum tanpa di sertai dengan kelainan klinis.
- DKI subyektif
Disebut juga dengan DKI sensori, kelainan kulit tidak terlihat, namun penderita merasa seperti tersengat, pedih, atau terbakar setelah kontak dengan bahan kimia tertentu sperti misalnya asam laktat.
Pengobatan
Upaya terpenting dari pengobatan DKI adalah menghindari pajanan bahan iritan baik yang bersifat mekanis, fisik maupun kimiawi, serta menyingkirkan faktor yang memperberat. Bla hal ini di lakukan dengan sempurn, dan tidak terjadi komplikasi maka DKI tersebut akan sembuh dengan sendirinyatanpa pengobatan topikal. mungkin cukup di berikan pelembab kulit untuk memperbaiki kulit yang kering.
Apabila di perlukan dapat pula di berikan kortikosteroid topikal, misalnya hidrokortison, atau untuk kelainan yang kronis dapat di awali dengan kortikosteroid yang lebih kuat.
Pemakaian alat pelindung diri yang adekuat di perlukan untuk bagi mereka yang pekerjaanya sering berhubungan dengan bahan-bahan iritan, sebagai salah satu upaya pencegahan.

0 komentar:
Post a Comment