Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. karena hampir setiap orang pernah menderita penyakit ini , maka sering di anggap sebagai kelainan kulit yang timbul secara fisiologis.
Apakah penyebabnya ?
Meskipun penyebab akne vulgaris belum jelas, namun beberapa faktor berkaitan dengan penyakit ini :
- Perubahan pola kreatinisasi dalam folikel. Kreatinisasi dalam folikel biasanya berlangsung longgar berubah menjadi padat.
- Produksi sebum yang meningkat menyebakan peningkatan unsur komedogenik .
- Peningkatan kadar hormon androgen,anabolik, kortikosteroid, gonadotropin, dan ACTH yang menjadi faktor penting peningkatan kelenjar sbasea.
- Stress psikis dapat memicu naiknya kelenjar sbasea
- Faktor lain , Usia, ras, familial, makanan, cuaca atau musim
Gejala akne vulgaris
- Lokasi akne vulgaris biasanya muka, bahu dada bagian atas dan punggung bagian atas .
- Keluahan biasanya di sertai rasa gatal
- Ditemukan komedo
- Komedo yang berwarna hitam biasanya mengandung melanin
- Komedo yang berwarna putih biasanya tidak mengandung melanin.
Cara mengobati akne vulgaris
Pengobatan akne atau jerawat ada 2 cara yaitu dengan obat akne topikal atau pun obat akne sistemik.
Pengobatan topikal
Pengobatan topikal bertujuan untuk mencegah pembentukan komedo.
- Bahan iritan yang dapat mengelupas kulit misalnya sulfur (4 - 8 %) asam salisilat (2-5%)
- Antibiotika topikal dapat mengurangi jumlah mikroba dalam folikel misal tetrasiklin (1%), eritromisin (1%), klindamisisn (1%)
- Antidepresan topikal seperti salep atau krim kortikosteroid
- Etil laktat 10% untuk menghapus jasad renik
Pengobatan sistemik
Pengobatan sistemik bertujan untuk menekan aktifitas jasad renik disamping juga mengurangi reaksi radang.
- Anti bakteri sistemik sperti tetrasiklin ( 250 mg - 1g/ hari ) doksisiklin ( 50 mg/hari ), eritromisisn (4 x 250mg/hari ), azitromisin 250 - 500 mg seminggu 3 kali.
- Obat hormonal untuk menekan prodoksi hormon sperti androgen ( 50 mg/hari selama 21 hari ), antiandrogen siproteron ( 2mg/hari )
- Vitamin A dan retinoid oral, vitamin A digunakan sebagai antikreatinisasi ( 50.000 - 150.000 ui/hari ), isotretinon ( 0,5 - 1 mg/kg/bb/hari )
- Obat anti inflamasi seperti Ibuprofen ( 600 mg/hari ) dapson ( 2x 100 mg/hari ), seng sulfat ( 2 x 200 mg/hari )


0 komentar:
Post a Comment