Ektima adalah penyakit pioderma yang menyerang lapisan kulit (epidermis dan dermis). Pada kulit penyakit ini membentuk ulkus yang dangkal dan di tutupi oleh krusta berlapis.
Penyebab penyakit ini adalah bakteri streptokokok piogenik, stafilokokok, atau kedua-duanya. penyakit ini dapat menyerang semua usia akan tetapi insidensinya lebih tinggi pada anak-anak.
Faktor resiko terserang penyakit ini seperti di uraikan dalam buku ilmu penyakit kulit adalah derah dengan iklim tropis, cuaca yang panas dan lembab, kebersihan yang kurang serta tingkat higienitas yang buruk menjadi faktor resikonya. Selain itu status ekonomi yang kurang dan gizi buruk dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini.
Gejala klinis ektima adalah gatal, lesi awalnya berupa vesikel di atas kulit di sertai kemerahan kemudian membesar dan pecah. ketika vesikel pecah akan timbul rasa nyeri dan panas. Penyakit ini dapat semubuh dengan sendirinya sekitar 3-4 minggu asalkan keadaan umum dari penderita baik. Akan tetapi bila keadaan umum dari penderita buruk dapat menjadi gangren dan predisposisinya menjadi buruk.
Pengobatan penyakit ini termasuk mudah asalkan penderita mau berkerja sama dengan dokter ketika dalam masa proses pengobatan. Pengobatan pada umumnya adalah memperbaiki keadaan umum dari penderita seperti memperbaiki keadaan umum, memperbaiki status gizi, kemudian meningkatkan kebersihan dan higienitas dari penderita.
Untuk obat-obatan ektima yang sering di berikan di indonesia adalah apabila lesi sedikit diberikan salep kloramfenikol 2%, bila lesi luas dapat diberikan antibiotik penicilin 600.000-1jt unit intramuskular selama 5-10 hari.

0 komentar:
Post a Comment