Sunday, 14 June 2015

Kandidiasis Gejala Penyebab dan Pengobatan

gejala kandidiasis, pengobatan kandidiasis, penyebab kandidiasis, gejala kandidiasis


Infeksi kandidiasis atau moniliasis pertama kali didapatkan di dalam mulut sebagai thrush yang di laporkan oleh Francois Valeix ( 1836 ). Kemudian pada tahun ( 1939 ) Langerbach menemukan jamur penyebab penyebab thrush, dan pada tahun ( 1923 ) Behout memberi nama penyakit tersebut dengan kandida. 

Pengertian 

Kandidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut yang di sebabkan oleh spesies Candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, paru - paru.

Faktor - Faktor Yang Dapat Menyebabkan Kandidiasis

Faktor dari dalam
  • Kehamilan, karena perubahan PH dalam Vagina
  • Kegemukan, Krena banyak dan seringnya berkeringat
  • Debilitas
  • Latrogenik
  • Endrokinopati, Gangguan gula darah pada kulit
  • Penyakit kronik misalnya; tuberkulosis, lupus eritematous
  • Umur, orang tua dan bayi lebih rentan terserang kadidiasis di karenakan faktor imunologi yang tidak sempurna
  • Penyakit genetik
Faktor dari Luar
  • Iklim, panas, dan kelembapan yang menyebabkan perspirasi meningkat
  • Kebersihan kulit
  • Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur
  • Kontak dengan penderita kandidiasis

Gejala klinis

Dalam sebuah buku intisari ilmu penyakit kulit membagi gejala kandidiasis menjadi dua bagian yaitu kandidiasis selaput lendir dan kandidiasis kutis.

I. Kandidiasis Selaput Lendir
  • Thrush
Biasanya mengenai bayi, gambaran gejala biasanya tampak gambaran berwarna putih, coklat muda, dan kelabu yang menutupi lidah dan pipi bagian dalam, dan permukaan rongga mulut.

Lesi biasanya terpisah- pisah dan tampak seperti kepala susu pada rongga mulut. Bila Lesi terlepas dari dasar nya akan tanpak daerah yang basah dan merah.
  • Perleche
lesi berupa fisur pada sudut mulut kemudian lesi mengalami maserasi, erosi, basah dan pada dasarnya eritematosa. faktor yang sering menjadi penyebabnya adalah kekurangan vitamin riboflavin.
  • Vulvovaginitis
Sering terjadi pada penderita diabetes militus, di karenakan kadar gula darah dan urin yang tinggi. Selain itu juga bisa menyerang wanita hamil di karenakan penimbunan glikogen dalam epitel vagina.

Keluhan biasanya dapat berupa gatal pada daerah vagina. pada kasus yang berat biasanya dapat pula terdapat rasa panas, nyeri sesudah berkemih, dan dispaneuria.

Pada vagina biasanya di temukan bercak kemerahan pada bibir vagina terutama vagina bagian bawah, kadang juga di sertai dengan bengkak pada vagina. pada beberapa kasus fluor albus atau keputihan juga dapat di jumpai.

Tanda yang khas adalah pada vagina biasanya terdapat gumpalan - gumpalan seperti kepala puting susu berwarna puith kekuningan.

II. Kandidiasis Kutis
  • Kandidiasis intertriginosa
Lesi biasanya berada di daerah lipatan ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, kelamin pria, dan umbilikus, berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan eritematosa. 

Lesi biasanya di kelilingi vesikel - vesikel dan pustul - pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosif, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.
  • Kandidosis perianal
Lesi berupa maserasi aeperti infeksi dermatofit tipe basah, penyakit ini menimbulakan pruritus ani.
  • Kandidosis kutis generalisata
Lesi terdapat pada glaborus skin, biasanya juga di lipat payudara, intergluteal, dan umbilikus. sering disertai glositis, stomatis, dan paronikia.

Cara Mengobati

Cara pengobotan yang paling utama adalah menghindari atau menghilangkan faktor penyebab terjadinya kandidiasis.

Topikal
  • Larutan ungu gentian 0,5 - 1% untuk selaput lendir, 1 -2% untuk kulit di oleskan sehari 2 kali selama 3 hari.
  • Nistatin berupa krim, salap, emulsi.
  • Amfoterisin B
  • Golongan azol antara lain ; mikonazol 2% berupa krim atau bedak
Sistemik
  • Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna, obat ini tidak di serap oleh usus
  • Amfoterisin B di berikan secara intravena 
  • Untuk kandidiasis vaginalis dapat di berikan kotrimazol 500 mg pervaginam dosis tunggal. selain itu dapat juga di berikan dengan 2x200mg selama 5 hari dosis tunggal atau dengan kombinasi flukonazol 150 mg dosis tunggal. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kandidiasis Gejala Penyebab dan Pengobatan

0 komentar:

Post a Comment