Monday, 22 June 2015

Penyakit Staphylococcal Skalded Skin Syndrom dan Cara Mengobatinya

Staphylococcal scalded skin sindrom pertama kali di laporkan oleh ritter von rittershain pada tahun 1956 dan di kenal sebgai penyakit ritter von rittershain dan sering di singkat penyakit ritter saja.

Pada waktu itu belum di kenal istilah S.S.S.S, kemudian lyel pada tahun 1956 memasukanya kedalam nekrolisis epidermal toksik (N.E.T). Barulah pada tahun 1970 berkat penyelidikan MILISH dan GLASGOW dengan model tikus dan berkat berbagai penelirtian klinis di ketahui ternyata penyakit berbeda dengan N.E.T.

Pengertian

S.S.S.S adalah penyakit kulit infeksi yang di sebabkan oleh staphylococcaus auereus tipe tertentu dengan ciri khas adanya epidermolisis. Penyakit ini lebih banyak di temukan pada anak-anak di bawah 5 tahun. Insidensinya lebih banyak di temukan pada pria dari pada wanita.

Penyebab S.S.S.S

Penyebab utama penyakit ini adalah staphylococcus aureus group II faga 52, 55, dan atau faga 71.

Gejala klinis

Gejala klinis staphylococcal skaled skin syndrom pada umumnya terdapat demam yang tinggi disertai dengan infeksi di saluran nafas bagian atas. Kelainan kulit yang timbul akibat infeksi adalah yang pertama kali akan timbul tanda-tanda kemerahan yang timbul mendadak pada muka, leher, ketiak, dan lipat paha, kemudian menyeluruh dalam waktu 24 jam. 

Dalam waktu 24-48 jam akan timbul bula-bula besar berdinding kendur. Jika kulit yang terlihat norma di tekan lalu di geser kulit tersebut akan terkelupas sehingga memberikan tanda nikolskly positif. 

Dalam waktu 2-3 hari akan terjadi pengeriputan spontan di sertai dengan pengelupasan lembaran-lembaran kulit sehingga akan tampak daerah yang erosif. Daerah tersebut akan mengering dalam beberapa hari dan terjadi deskuamasi. Deskuamasi pada daerah yang tidak terkelupas akan terjadi dalam waktu 10 hari. 

Meskipun bibir sering terkena infeksi akan tetapi daerah mukosa jarang terkena. Proses penyembuhan penyakit akan terjadi dalam 10-14 hari tanpa di sertai sikatrik. 

Pemeriksaan laboratorium

Apa bila terdapat infeksi di tempat lain misalnya saluran nafas dapat di lakukan pemeriksaan bakteriologik. Sebaiknya di periksa tipe kuman, karena S.S.S.S di sebabkan oleh steptococcous aureus tipe tertentu.

Pengobatan

Pengobatan staphylococcal skaled skin syndrom berbeda dengan N.E.T. Pengobatan staphylococcal skaled skin syndrom tidak memerlukan kotikosteroid, pengobatan yang tepat adalah hanya di berikan antibiotik seperti kloksasilin dengan dosis 3 x 250 mg untuk orang dewasa per hari. Pada anak-anak dosisnya 3 x 50 mg per hari. Obat lai yang dapat di berikan adalah klindamisin dan sefalosporin generasi I. Pengobatan topikal juga dapat di berikan seperti sufratule atau krim atibiotik. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penyakit Staphylococcal Skalded Skin Syndrom dan Cara Mengobatinya

0 komentar:

Post a Comment