Tinea kruris adalah penyakit jamur dermatofita yang di sebabkan oleh jamur E.floccosum, namun dapat pula oleh T.rubrum dan T.mentagrophytes. penyakit ini biasanya menyerang orang dewasa dan insidensinya lebih banyak pria ketimbang wanita. Penyakit ini terdapat di seluruh dunia terutama di daerah yang ber iklim tropis.
Seperti penyakit jamur pada umumnya penyebab timbulnya tinea krusris berhubungan dengan tingkat kebersihan dan higienitas yang kurang, sering berkeringat, dan lingkungan yang kotor dan lembab.
Gejala Klinis
Lokasi paling sering timbulnya tinea kruris adalah di daerah lipat paha, daerah bokong, dan sekitar anus, keluhan biasanya bersifat akut dan menahun, bahkan dapat berlangsung seumur hidup, gejalanya yang biasanya timbul adalah ;
- Gatal di sekitar bokong
- Peradangan pada tepi lebih aktif dari pada tengahnya
- Bila terjadi menahun dapat di sertai bercak hitam di sertai sisik
- Bila terjadi infeksi akibat garukan biasanya akan menimbulkan pus
Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan biasanya dengan melakukan kerokan kulit di daerah yang terinfeksi kemudian di tambahakan dengan KOH 10%. Akan tampak elemen jamur seperti hifa, spora, dan miselium.
Cara mengobati
Cara pengobatan sama dengan infeksi jamur lainya, pengobatan tinea kruris membutuhkan waktu yang relatif lama , maka dari itu di butuhkan kesabaran dan ketekunan dari penderita.
Topikal
Pengobatan sistemik bisanya menggunakan salep atau krim anti jamur. Bila infeksi di derah bokong dan paha biasanya lokasi ini peka terhadap nyeri maka konsentrasi obat harus lebih rendah dari lokasi lain obat yang di gunakan adalah;
- Asam salisilat
- Asam benzoat
- Sulfur
- dll
Sistemik
Pengobatan sistemik di berikan apa bila lesi luas dan kronik, oabat yang di gunakan biasanya ;
- Griseovulvin 500 - 1.000 mg/hari selama 2 -3 minggu
- Ketokenazol 500 mg / hari selama 2 - 3 minggu
Prognosis biasanya baik asalakan penderita menjaga kelembapan dan kebersihan kulit.

0 komentar:
Post a Comment