Frambusia atau puru atau patek adalah penyakit infeksi sistemik menahun yang di sebabkan oleh treponema pertenue. Penyakit ini termasuk kedalam penyakit yang mudah menular dan biasanya banyak di derita oleh anak-anak dan dewasa muda. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempermudah penyebaran penyakit ini :
- Anak-anak dan dewasa muda
- Suku dan bangsa seperti asia dan afrika
- Daerah tropis dan musim hujan
- Kebersihan dan tingkat higienitas yang buruk
- Populasi yang padat seperti sekolah, pasar, asrama, mempermudah penyebaran penyakit ini.
Penyakit frambusia pada umumnya bersifat kronik, dan apabila tidak cepat di obati dapat dengan cepat merusak jaringan kulit, otot, dan persendian. Dalam beberapa kasus parah yang pernah di temukan penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan seumur hidup.
Pada umunya penyakit frambusia di tandai dengan munculnya bintik-bintik kemerahan di kulit, yang kemudian membesar dan berisi nanah, bila lesi ini pecah akan menimbulkan luka dan kerak yang kadang di sertai dengan sakit kepala dan nyeri sendi.
Secara garis besar gejala klinis frambusia di bagi ke dalam tiga stadium perkembangan :
- Stadium I: Di mulai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang banyak dan berkelompok. Pada lesi pada umumnya mengeluarkan serum berwarna kuning, coklat, yang melekat pada lesi tersebut. Lesi yang di tutupi oleh cairan berwarna kuning di sebut induk patek. Kelenjar getah bening membesar, penderita panas dingin, sakit keras, dan lemas. Lokalisasinya di daerah tungkai bawah.
- Stadium II: Sesudah beberapa bulan induk patek menghilang dengan sendirinya. Selanjutnya timbul lesi patek kedua yang hampir sama dengan induk patek, akan tetapi lebih kecil dan tersebar di seluruh tubuh. Tonjolan-tonjolan permukaan seperti buah seri dan di tutupi krusta kuning coklat yang di tutupi anak patek. Lokalisasinya di seluruh tubuh dan setelah itu menetap di daerah-daerah lipatan sekitar lubang hidung dan anus.
- Stadium III: Atau yang di sebut dengan stadium destruktif, menyerang kulit, tulang, dan sendi. Pada kulit muncul nodus atau guma yang destruktif, dan pada tulang terjadi periositis atau osteitis. Destruksi pada daerah hidung dapat menimbulkan gangosa atau gondou. Lokalisasinya di daerah tulang-tulang panjang, tulang rawan hidung, kaki.
Untuk menegakkan diagnosis dari penyakit ini pada umumnya di pelukan pemeriksaan penunjang laboratorium seperti :
- Pemeriksaan serologik, yaitu tes serologi untuk sifilis seperti WR dan VDLR, TPHA.
- Pemeriksaan mikroskop lapangan gelap dari induk patek dan anak patek
- Pemeriksaan radiografis untuk melihat destruksi tulang.
Penatalaksanaan
Untuk pengobatan frambusia pada umumnya, terlebih dahulu harus memperbaiki tingkat higieni dan kebersihan dari penderita. Untuk obat yang di berikan dokter biasanya berupa :
- Penilin G dosis 2,4 juta secara IM, untuk anak-anak di berikan setengah dosis dewasa.
- Eritromisin 20-50 mg/kg/BB selama 2-4 minggu.

0 komentar:
Post a Comment