Tuesday, 18 August 2015

Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

pedoman pengobatan dan penatalaksanaan ISKInfeksi organ urogenitalia seringkali di jumpai pada praktek dokter sehari-hari mulai dari infeksi ringan sampai infeksi berat yang pada umumnya baru di ketahui ketika sudah menimbulkan gejala. Pada dasarnya semua infeksi urogenetalia di mulai dari infeksi saluran kemih (ISK) yang kemudian menjalar ke organ genetalia bahkan pada beberapa kasus bisa sampai ke ginjal.

Penyakit ISK dapat menyerang semua usia mulai dari bayi yang baru lahir hingga orang tua. Wanita memiliki resiko tinggi terkena ISK bila di bandingkan dengan pria. Hal ini di sebabkan karena pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek dari pada pria. Selain itu pada usia tua juga memeliki resiko lebih tinggi bila di banding usia dewasa dan anak-anak, ini di sebabkan oleh pada orang tua sistem kekebalan tubuhnya sudah mulai menurun.

ISK pada umumnya di sebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti E.coli, staphylococcus aureus, dan beberapa flora normal yang berasal dari usus kemudian memasuki saluran kemih melalui uretra.

Dalam dunia medis di kenal beberapa isitilah ISK di antaranya :
  • ISK uncomplicated (sederhana) adalah suatu infeksi saluran kemih yang tidak di sertai dengan kelainan anatomi maupun kelainan dari struktur saluran kemih.
  • ISK complicated (rumit) adalah suatu infeksi saluran kemih yang terjadi pada penderita yang di sertai kelainan anatomik atau struktur saluran kemih ataupun penyakit sistemik. Kelaianan pada pasien tersebut akan menyulitkan pembrantasan kuman oleh antibiotika.
  • First infection (infeksi pertama kali) adalah suatu infeksi saluran kemih yang baru pertama kali terjadi setelah sekurang-kurangnya 6 bulan terbebas dari ISK.
  • Unresolved bakteriuria adalah suatu infeksi saluran kemih yang sudah resisiten terhadap pengobatan antibiotik.
  • Infeksi berulang adalah infeksi yang terjadi setelah sebelumnya pernah mengalami infeksi ISK dan sudah mendapatkan terapi.
Secara normal tubuh memiliki pertahanan diri yang alami terhadap berbagai infeksi dari dari luar termasuk ISK, namun karena faktor-faktor tertentu membuat pertahan tubuh seseorang menjadi menurun misalnya pada penderita HIV/AIDS, diabetes melitus, usia lanjut, kehamilan, dll. 

Berikut adalah pertahanan lokal tubuh yang dapat menahan timbulnya ISK :
  • Mekanisme pengosongan urine yang teratur dari kandung kemih dan juga gerakan pristaltik ureter.
  • Derajat keasaman dari PH urine.
  • Adanya ureum didalam urine.
  • Osmolaritas dari urine yang cukup tinggi.
  • Adanya zat antibakteria pada kelenjar prostat
  • Estrogen pada wanita usia produktif.
Manifestasi klinis

Gejala klinis yang di timbulkan infeksi saluran kemih (ISK) sangat bervariasi mulai dari tanpa gejala hingga menimbulkan suatu gejala yang sangat berat, gejala yang di timbulkan dapat berupa :
  • Demam sampai menggigil.
  • Pusing, lemas, kadang di sertai dengan nafsu makan yang menurun.
  • Nyeri pada pinggang ataupun di daerah bawah pusar.
  • Buang air kecil terasa panas dan nyeri.
  • Susah BAK.
Pemeriksaan diagnostik

Pemeriksaan sangat penting di lakukan dalam menentukan diagnosa dari ISK, selain berguna untuk diagnosa pasti pemeriksaan ini juga bertujuan untuk menentukan terapi selanjutnya.
  1. Pemeriksaan urine meliputi pemeriksaan urinalisis dan pemeriksaan kultur urine.
  2. Pemeriksaan darah langkap untuk mengetahui jumlah leukosit dan LED.
  3. Pencitraan seperti photo polos abdomen, IVU, USG, dan CT scan.
Penatalaksanaan

Pada ISK yang tidak memberikan gejala klini tidak perlu di lakukan terapi apapun cukup dengan memperbaiki status gizinya. Akan tetapi pada ISK yang memberikan keluhan harus segera mendapatkan antibiotika, dan apabila infeksinya cukup parah di perlukan perawatan di rumah sakit dan di lakukan observasi. 

Perawatan di rumah sakit berupa tirah baring, pemberian hidrasi, dan pemberian obat-obatan secara intravena berupa analgetik dan antibiotika. Antibiotika yang di berikan di dasarkan dari hasil kultur yang di lakukan dan di lakukan test kepekaan terhadap antibiotika.

Dalam pengobatan ISK dapat pula di temukan penyulit dalam pengobatanya seperti :
  1. Gagal ginjal akut
  2. Urosepsis
  3. Nekrosis papila ginjal
  4. Terbentuknya batu di saluran kemih
  5. Supurasi ataupun pembentukan abses
  6. Granuloma

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

0 komentar:

Post a Comment