Sunday, 16 August 2015

Pedoman Diagnosis dan Pengobatan Sistitis Akut

pengertian sistitis akut, gejala sistitis akut, penyebab sistitis akut, pengobatan
Definisi

Sistitis akut adalah suatu infeksi akut di daerah mukosa buli-buli (kandung kemih) yang dapat menyebabkan terjadinya suatu inflamasi.

Sistitis akut mudah terjadi pada orang dengan pertahanan tubuh yang menurun, seperti pada penyakit diabetes militus atau trauma lokal yang di sebabkan oleh suatu trauma akibat dari hubungan intim.

Wanita di ketahui memeliki resiko terkena sisititis akut lebih besar dari pada pria, hal ini di karenakan uretra pada wanita lebih pendek bila di bandingkan pada pria. Disamping itu cairan getah prostat pada pria mempunya sifat antibakteri sehingga relatif tahan infeksi saluran kemih.

Diperkirakan sebanyak 10-20% wanita di dunia pernah mengalami serangan sisititis, dan kurang dari 5% dalam satu tahun pernah terkena penyakit ini.

Etiologi

Pada umumnya penyakit sistitis akut di sebabkan oleh suatu infeksi mikroorganisme seperti E.coli, proteus, Staphylococus aureus, dan entrococcus yang masuk kedalam buli-buli melalui uretra.

Selain infeksi inflamasi yang terjadi pada buli-buli dapat juga di sebabkan oleh bahan kimia seperti detergent yang di campurkan kedalam air untuk rendam duduk, deodorant yang di semprotkan pada kemaluan, ataupun obat-obatan yang di masukan kedalam intravesika untuk terapi kanker buli-buli misalnya siklosfamid.

Manifestasi klinis

Gejala klinis yang di timbukan pada umumnya adalah suatu reaksi inflamasi yang menyebabkan mukosa buli-buli menjadi kemerahan (eritema), edema, dan hipersensitif sehingga jika buli-buli terisi urine, akan mudah terangsang untuk segera mengeluarkan isinya, hal ini akan meningkatkan frekuensi dari berkemih.

Kontraksi dari buli-buli akan menyebabkan rasa sakit atau nyeri di daerah suprapubik dan eritema mukosa buli-buli mudah berdarah dan dapat menimbulkan terjadinya hematuria. Tidak seperti gejala pada saluran kemihsebelah atas, sisitis akut jarang di sertai demam, mual, muntah, lemas, dan penurunan keadaan umum. Jika di temukan demam yang di sertai nyeri pinggang perlu di pikirkan kemungkinan adanya penjalaran infeksi ke saluran kemih sebelah atas.

Pemeriksaan penunjang

Pada pemeriksaan laboratoium penyakit sisititis akut pada umumnya dapat di temukan urine yang berwarna keruh, berbau, dan dari hasil urinalisis di temukan piuria, hematuria, dan bakteriuria.

Kultur urine sangat penting unutk di lakukan, hal ini bertujuan untuk menentukan jenis kuman penyebab infeksi.

Penatalaksanaan

Pengobatan pada sistitis akut tanpa komplikasi cukup diberikan terapi dengan antimikroba tunggal atau jangka pendek (1-3 hari). Akan tetapi apabila hal ini tidak memungkinkan dapat pula diberikan antimikroba seperti nitrofurantion, trimetoprim-sulfametoksazol, atau ampisilin.

Kadang-kadang di perlukan obat-obatan golongan antikolinergik seperti propantheline bromide yang berguna untuk mencegah terjadinya hiperiritabilitas buli-buli dan fenazopiridine hidroklorida  sebgai antiseptik pada saluran kemih.

Jika sudah di berikan terapi obat-obatan dan sistitis akut sering mengalami kekambuhan perlu dipikirkan adanya kelainan lain pada buli-buli yaitu berupa keganasan atau urolitiasis, sehingga di perlukan pemeriksaan IVU, USG ataupun sistoskopi.
  

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pedoman Diagnosis dan Pengobatan Sistitis Akut

0 komentar:

Post a Comment