Tuesday, 18 August 2015

Pedoman Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Fournier


Definisi


Penyakit fournier adalah suatu bentuk klinis dari fasitis nekrotikan yang berada di sekitar alat kelamin pria.

Sudah sejak lama penyakit ini di ketahui sebagai penyakit kedaruratan medis di bidang urologi karena sifat munculnya yang mendadak dan cepat berkembang menjadi gangren (busuk).

Etiologi

Penyebab penyakit founier adalah infeksi yang berasal dari kolorektal, ataupun trauma lokal dan infeksi dari kulit di sekitar kemaluan pria. selain faktor infeksi penyakit ini dapat pula di akibatkan oleh adanya faktor-faktor tertentu seperti :
  1. Penyakit diabetes militus
  2. HIV/AIDS
  3. Kebersihan dan higienitas dari skrotum yang kurang
  4. Merokok dan mengkonsumsi alkohol
Mikroorganisme penyebab penyakit founier seringkali tidak hanya satu macam dan pada pemeriksaan kultur bakteri biasanya dapat di temukan beberapa macam bakteri sekaligus. Bakteri penyebabnya antara lain staphylococcus aures, streptococcus, clostridum spp, bacteroides spp, klebsiella spp, proteus spp, pseudomonas spp, dan entrokoki.

Manifestasi klinis

Gejala klinis penyakit fournier pada umumnya adalah :
  • Demam yang sangat tinggi dan kadang di sertai dengan syok dan delirium
  • Batang kemaluan dan skrotum menjadi bengkak, nyeri dan teraba hangat.
  • Dalam beberapa hari kulit kelamin menjadi kuning dan membusuk.
Dalam kondisi medis pasien sering kali datang ke klinik dokter keadaan kulit kelamin dan sekitarnya nya sudah membusuk dan berbau tidak sedap. Gangren pada kelamin tersebut apabila di biarkan dapat menjalar ke daerah perineum dan bawah abdomen.

Pembusukan dan penyebaran dari penyakit ini biasanya berlangsung cepat dengan laju pertambahan kerusakan jaringan 2-3 cm/jam. 

Penatalaksanaan

Prinsip pengobatan penyakit founier adalah terapi yang bertujuan untuk memperbaiki kedaan umum dari penderita, pemberian antibiotik, serta di lakukan debridemen untuk membuang jaringan yang busuk.

Untuk pemberian antibiotik ada baiknya di dasarkan pada hasil kultur dan uji resistensi bakteri. Namun apabila hasi kultur belum keluar dapat di berikan antibiotik spektrum luas seperti penisilin, klindamisin, atau aminoglikosida.

Tujuan dari debridemen adalah untuk mengakat seluruh jaringan yang membusuk atau mati (nekrosis). Sebelum di lakukandebridement ada baiknya di cari terlebih dahulu sumber dari infeksi dengan melakukan uretroskopi atau proktoskopi. Setelah debridement di lakukan selanjutnya di lakukan perawatan terbuka dan di pasang kateter. Setelah 12 - 24 jam di lakukan evaluasi ulang dan apabila masih di temukan jaringan yang nekrosis sebaiknya di lakukan operasi ulang. Debridement yang kurang sempurna seringkali membutuhkan operasi ulang bahkan di laporkan dapat terjadi dua atau empat kali harus masuk kamar operasi.

Prognosis

Angka mortalitas penyakit fournier berkisar 1-75% dengan rata-rata 20%. Berbagai faktor dapat mempengaruhi angka mortalitas seperti usia lanjut, penyakit yang sudah menjalar luas, syok, dan sepesis.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pedoman Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Fournier

0 komentar:

Post a Comment