Saturday, 15 August 2015

Pielonefritis Infeksi Akut Pada Ginjal

Definisi Pielonefritis


Pielonenfritis akut adalah suatu reaksi infalamasi yang di akibatkan oleh suatu infeksi yang terjadi pielum dan parankim ginjal. Di indonesia kasus pielonefritis akut cukup banyak di temukan terutama di daerah kota-kota besar.

infeksi ginjal, pengertian, gejala, penyebab, cara mengobati

Etiologi Pielonefritis

Penyebab pielonefritis akut adalah infeksi dari kuman escherechia coli, proteus, klebsiella spp, dan kokus gram positif yaitu streptococus faecalis dan enterokokus.

Pada umumnya kuman yang menyebabkan infeksi berasal dari saluran kemih bagian bawah yang naik ke ginjal melalui ureter. Pada keadaan normal harusnya kuman-kuman tersebut keluar bersama-sama dengan urin. Namun pada keadaan-keadaan tertentu kuman bisa naik ke atas dan menyebabkan terjadinya infeksi. Keadaan-keadaan tersebut antara lain :
  • Sering menahan buang air kecil
  • Adanya batu ginjal
  • Terjadi Pembesaran prostat
  • Penyakit seperti diabetes
  • Kehamilan
  • Daya tahan tubuh yang menurun
Manifestasi klinis Pielonefritis

Gejala klinis pielonefritis akut pada umumnya adalah :
  1. Demam tinggi yang di sertai menggigil.
  2. Nyeri hebat di daerah perut dan pinggang.
  3. Rasa mual yang kadang disertai muntah.
  4. Pusing, lemas dan anokresia
  5. Buang air kecil terasa panas
  6. Susah kencing.
Pemeriksaan penunjang Pielonefritis

Pada pemeriksaan fisik dapat di temukan adanya nyeri kolik di daerah pinggang dan perut, suara usus yang melemah seperti ileus paralitik.

Pada pemeriksaan darah menunjukan adanya leukositosis yang di sertai denga peningkatan laju endap darah (LED).

Pada pemeriksaan urin terdapat piuria, bakteriuria, dan kadang ditemukan hematuria.

Pada pemeriksaan foto polos abdomen menunjukan adanya kekaburan dari bayangan otot psoas dan mungkin terdapat bayangan radio opak dari batu saluran kemih.

Penatalaksanaan Pielonefritis

Pengobatan pielonefritis akut pada umumnya di tujukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan juga bertujuan untuk memperbaiki keadaan umum dari penderita. Para dokter di rumah sakit pada umumnya akan memberikan terapi suportif dan pemberian obat-obatan berupa analgetik dan antibiotik.

Antibiotika yang di berikan pada penderita infeksi ginjal adalah antibiotik yang bersifat bakterisidal, dan berspektrum luas, yang secara farmakologis mampu mengadakan penetrasi ke jaringan ginjal dan kadarnya cukup tinggi di dalam urine. 

Antibiotik yang dapat di berikan adalah :
  • Aminoglikosida yang di kombinasikan dengan aminopenesilin (amoksilin atau ampisilin)
  • Aminopenesilin di kombinasikan dengan asam klavunalat atau sulbaktam, karbosikpenisilin, sefalosporin, atau fluoroquinolon.
Jika dengan pemberian antibiotika keadaan klinis dari penderita berangsur membaik, pemberian parental dapat di lanjutkan selama 1 minggu dan kemudian di lanjutkan dengan pemberian peroral selama 2 minggu berikutnya.

Namun jika setelah 48-72 jam  dari pemberian antibiotik tidak menunjukan tanda-tanda perbaikan, ada baiknya untuk segera mengganti jenis antibiotiknya, Hal ini mungkin terjadi karena kuman tidak sensitif terhadap antibiotik tersebut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pielonefritis Infeksi Akut Pada Ginjal

0 komentar:

Post a Comment