Tuberkulosis kutis sama dengan tuberkulosis paru terutana banyak di temukan di negara berkembang. Pada umumnya insidensi kasunya menurun seiring dengan menurunya insidensi tuberkulosis paru. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit ini misalnya keadaan ekonomi. Dalam artikel kali ini akan di jelaskan secara lengkap mengenai tuberkulosis kutis.
Definisi
Secara umum pengertian dari tuberkulosis kutis adalah infeksi miobacterium tuberkulosis pada kulit yang biasanya dapat menimbulkan kelainan pada kulit.
Etiologi
Di rumah sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) banyak di temukan kasus tuberkulosis kutis yang di sebabkan oleh myobacterium tuberkulosis sebesar 91% dan sisanya 8,5% si sebabkan oleh mikobakteria atipikal, yang terdiri atas golongan II atau skotokromagen. Yakni M.Scrofulaceum (80%) dan golongan IV atau rapid grower (20%). M.bovis dan M.Avium belum pernah di temukan, demikian pula dengan mibakteria lain.
Klasifikasi
Berikut ini klasifikasi tuberkulosis kutis menurut pillsburry dengan sedikit perubahan.
1. Tuberkulosis kutis sejati
A. Tuberkulosis kutis primer
- Inokulasi tuberkulosis primer (tuberculosis chance)
B. Tuberkulosis kutis sekunder
- Tuberkulosis kutis miliaris
- Skrolufoderma
- Tuberkulosis kutis verukosa
- Tuberkulosis kutis gumosa
- Tuberkulosis kutis orifisialis
- Lupus vulgaris.
2. Tuberkuloid
A. Bentuk papul
- Lupus miliaris disemiatus fasiei'
- Tuberkuloid papulonekrotika
- Liken skrofulosum
B. Bentuk Garunuloma
- Erito nodusum
- Iritema induratum
Tuberkulosis sejati adalah berarti kuman penyebab kelainan kulit di sertai gambaran histopatologik yang khas. Sedangkan tuberkulosis primer berarti kuman masuk pertama kali ke dalam tubuh. Untuk penjelasan berbagai klasifikasi tentang tuberkulosis kutis akan di update pada artikel berikutnya.
Cara penularan
Cara infeksi dari M.tuberculosis bisa melalui cara-cara berikut ini :
- Infeksi langsung ke kulit melalui organ-oragan yang berada di bawah kulit dan sudah terkena infeksi penyakit tuberkulosis, misalnya skrofuloderma.
- Perpindahan infeksi dari kulit sekitar orifisium dan alat dalam yang di kenai penyakit tuberkulosis, misalnya tuberkulosis kutis orifisialis.
- Penjalaran secara hematogen (melalui darah) misalnya tuberkulosis kutis miliaris.
- Penjalaran secara limfogen, misalnya lupus vulgaris.
- Penjalaran langsung dari selaput lendir yang sudah di serang penyakit tuberkulosis, misalnya lupus vulgaris
- Kuman langsung masuk melalui kulit, jika ada kerusakan kulit dan resistensi lokalnya telah menurun, contohnya tuberkulosis verukosa
Pemeriksaan diagnosis
Untuk mendiagnosis tuberkulosis kutis selain melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik juga di perlukan pemeriksaan laboratorium seperti :
- Pemeriksaan LED biasanya akan di dapatkan hasil yang meninggi
- Pemeriksaan bakteriologik untuk menentukan bakteri penyebabnya
- Tes tuberkulin biasanya di lakukan pada anak usia 5 tahun ke bawah
Penatalaksanaan
Untuk mengobati tuberkulosis kutis hal pertama yang di lakukan adalah memperbaiki keadaan umumnya misalnya, gizi dan anemia. Untuk prinsip pengobatan tuberkulosis kutis sama dengan pengobatan tuberkulosis paru, dan untuk mencapai hasil yang baik hendaknya di perhatikan syarat berikut ini.
- Pengobatan harus di lakukan secara teratur tanpa terputus agar tidak terjadi resistensi.
- Pengobatan harus dalam kombinasi, maksudnya dalam kombinasi tersebut INH (isoniazid) di ikut sertakan, karena obat tersebut bersifat bakterisidal, harganya murah dan minus efek samping.
Daftar obat anti tuberkulosis yang terdapat di indonesia adalah :
- Isoniazid (H)
- Rifampisin (R)
- Pirazinamid (Z)
- Streptomisin (S)
- Etambutol (E)
Selain menggunakan obat anti tuberkulosis ada juga obat kombinasi lain yang tebukti memiliki efektifitas yang sama yaitu kombinasi INH dengan Levofloxacin.

0 komentar:
Post a Comment