Tuesday, 18 August 2015

Tuberkulosis Urogenitalis - Depkes RI

pengertian tuberkulosis urogenitalis, penyebab tuberkulosis urogenitalis, pengobatanDefinisi


Tuberkulosis urigenitalis adalah suatu penyakit infeksi tuberkulosis (TBC) yang mengenai ginjal dan organ sekitarnya.

Penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC) ke ginjal pada umumnya berlangsung lambat dan di butuhkan priode laten selama 20 tahun setelah terjadi infeksi primer dari TBC untuk menimbulkan gejala hematuria. Pada perempuan yang menderita infeksi tuberkulosis urogenitalis biasanya disertai dengan gejala infertilitas, gangguan menstruasi, dan nyeri di daerah pinggang. Pada kasus ini wanita tersebut akan susah hamil, dan apa bila terjadi kehamilan seringkali mengalami keguguran atau kehamilan ektopik.

Tuberkulosis urogenitalis infeksinya berasal dari penyebaran secara hematogen yang fokus primernya berasal dari paru-paru. Pada saat Tbc ginjal terdiagnosis infeksi di paru-paru biasanya sudah tidak aktif atau mengalami kalsifikasi. 

Tuberkulosis urogenitalis di klasifikasikan berdasarkan lokasinya :
  • Tbc ginjal
  • Tbc buli-buli
  • Tbc vesikula
  • Tbc prostat
Manifestasi klinis

Gejala klinis dari tuberkulosis urogenitalis pada umumnya tidak spesifik, namun secara umum gejala yang timbul dapat berupa :
  • Adanya riwayat infeksi TBC sebelumnya
  • Susah BAK
  • Timbulnya benjolan-benjolan di skrotum
  • Nyeri pinggang atau punggung
  • Kencing darah
  • Demam dan menggigil
  • Penurunan berat badan
  • Sering berkeringat pada malam hari
Pemeriksaan penunjang

Untuk membantu megakkan diagnosis dapat di lakukan pemeriksaan penunjang laboratorium :
  1. Pemeriksaan radiologis seperti foto polos abdomen, USG, CT scan.
  2. Tes kulit tuberkulosis memberikan hasil yang positif. dan kultur urine
  3. Teknik amplifikasi asam nukleat, seperti polymerase chain reaction (PCR)
Penatalaksanaan

Menurut WHO pengobatan pada tuberkulosis urogenital sama dengan pengobatan pada penyakit tuberkulis pada umumnya. Pengobatan fase awal selama 2 bulan secara intensif dengan 3 atau 4 macam obat setiap hari, terdiri dari rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol atai streptomisin. Kemudian di ikuti dengan fase lanjutan selama 4 bulan dengan dua macam obat saja seperti rifampisin dan isoniazid, di berikan 2 atau 3 kali setiap minggu.

Pada tuberkulis urogenital yang sudah mengalami komplikasi (obstruksi, abses dan lainya) atau ISK sekunder seperti pielonefritis atau nefrolitiasis. Diperlukan tindakan operasi untuk mengangkat jaringan ginjal yang sudah tidak berfungsi.

Namun pada masa kini dengan pengobatan anti Tbc selama 6 bulan. Komplikasi jarang di temukan sehingga operasi tidak perlu di lakukan.

Pemeriksaan urine, termasuk kultur urine di lakukan 2 kali pertahun pada tahun pertama, selanjutnya setiap tahun. Pemeriksaan darah USG urologi, foto rontgen, bila memungkinkan juga perlu di lakukan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tuberkulosis Urogenitalis - Depkes RI

0 komentar:

Post a Comment